dan penegakan hak asasi manusia. Hal tersebut dikemukakan Jamaludin dari Dirjen HAM Departemen Hukum dan HAM RI dalam bahan presentasinya saat mensosialisasikan RANHAM 2004-2009 di Kabupaten Sambas, di Aula Bappeda Sambas, Kamis (5/7).
Dikatakan dia Hak Asasi Manusia sebagai seperangkat hak yang melekat pada hakikat keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan YME dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi, dilindungi oleh negara, pemerintah, hukum, setiap orang demi kehormatan, perlindungan harkat dan martabat manusia telah diatur dalam perundang-undangan yaitu Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999. Bahkan jauh sebelum Istilah HAM tersebut populer sekarang ini, terang Jamaludin, enam puluh tahun yang lalu Bangsa Indonesia telah menegaskan pentingnya penghormatan Hak Asasi Manusia dimana teramanat dalam Pembukaan Undang-undang Dasar. ”Ranham adalah untuk menjamin peningkatan Perlindungan HAM, Pemajuan HAM, Penegakan HAM, Pemenuhan HAM, Penghormatan HAM atau dikenal dengan istilah P 5 HAM. Pertimbangannya tetap mengacu pada Nilai-nilai agama, Adat istiadat, dan Budaya bangsa Indonesia dan berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945” ujar dia mensosialisasikan Ran HAM dihadapan Panitia Ran HAM Kabupaten Sambas yang hadir di Aula Bappeda.
Pelanggaran HAM jelas Jamaludin terbagi menjadi pelanggaran HAM biasa dan Pelanggaran HAM Berat. Pelanggaran HAM biasa ungkap dia mencakup sepuluh hak yang termaktub dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 yaitu Hak untuk hidup, Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan, Hak mengembangkan diri, Hak memperoleh keadilan, Hak atas kebebasan pribadi, Hak atas rasa aman, Hak atas kesejahteraan, Hak turut serta dalam pemerintah, Hak Wanita, termasuk Hak anak. Didalam undang-undang tersebut tidak mengatur tentang sanksi, namun hanya berupa sanksi moral. Sedangkan HAM Berat diatur dengan Undang-undang No.26 Tahun 2000 dan terdapat sanksi untuk pelanggaran tersebut, diantaranya Kejahatan Genosida ( Pasal 8 ) maupun Kejahatan terhadap kemanusiaan (Pasal 7 dan 9).
Burhan Harahap dari Kanwil Departemen Hukum dan HAM Kalbar mengatakan, permasalahan HAM tidak semudah menyebutkan tiga huruf tersebut. Karena diperlukan persamaan presepsi dalam hal tindak lanjutnya. ”Permasalahan HAM tidaklah semudah menyebutkannya. Jika menyebutkanya sangat mudah, hanya tiga huruf, tetapi untuk merealisasikannya diperlukan persamaan presepsi” ujar dia saat menyampaikan pengarahan pada sosialisasi yang sama tersebut. Dijelaskan dia Panitia RANHAM dibagi menjadi Panitia Nasional, Provinsi, dan Panitia Kabupaten/kota Terdiri dari unsur Instansi pemerintah, Lembaga Nasional (untuk tingkat Panitia Nasional), Pakar, maupun Unsur Masyarakat. ”Tugasnya, untuk lingkup Nasional: Mengkoordinasikan Kegiatan RANHAM yang mencakup 6 program Utama RANHAM sesuai pasal 2 ayat 2 Keputusan Presiden Nomor 40 Tahun 2004, dan Panitia Provinsi, Kabupaten/Kota: Mengkoordinasikan Kegiat RANHAM mencakup 5 program utama RANHAM sesuai pasal 5 ayat 2 Kepres Nomor 40 tahun 2004” jelas dia.
Tujuan dari penyusunan Program Kegiatan RANHAM yaitu selain sebagai Acuan kerja bagi panitia pelaksana, juga bertujuan Meningkatkan pelaksanaan P5 HAM, Dasar penyusunan anggaran biaya dan Menuntun koordinasi dan Akuntabilitas panitia Pelaksana. Sedangkan sasaran adalah Terwujudnya Program Utama RAN HAM 2004-2009, Perlindungan, pemajuan, pemenuhan hak 14 kelompok rentan dan Menjamin P 5 HAM secara Koordinatif.
Monday, 12 October 2009
Religious Instruction
Perumpamaan tentang domba yang hilang (Mat. 18:12-14)
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya:”Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka : “Siapakah diantara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor diantaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya diatas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka : Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu : Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Analisa Perumpamaan diatas :
Perumpamaan diatas mengandung pesan dan makna yang sangat dalam, manakala Yesus menceritakan mengenai seseorang yang mempunyai seratus ekor domba. Yang paling mengejutkan dan mengandung shock effect adalah pada saat seekor dari dombanya hilang, dan ia meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor di padang hanya untuk mencari seekor yang hilang itu. dan ia sangat bersukacita pada saat ia menemukannya kembali, sehingga ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya untuk ikut merayakan sukacita itu lebih dari pada sembilan puluh sembilan ekor yang berada di padang gurun.
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya:”Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka : “Siapakah diantara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor diantaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya diatas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka : Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu : Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”
Analisa Perumpamaan diatas :
Perumpamaan diatas mengandung pesan dan makna yang sangat dalam, manakala Yesus menceritakan mengenai seseorang yang mempunyai seratus ekor domba. Yang paling mengejutkan dan mengandung shock effect adalah pada saat seekor dari dombanya hilang, dan ia meninggalkan sembilan puluh sembilan ekor di padang hanya untuk mencari seekor yang hilang itu. dan ia sangat bersukacita pada saat ia menemukannya kembali, sehingga ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya untuk ikut merayakan sukacita itu lebih dari pada sembilan puluh sembilan ekor yang berada di padang gurun.
Persuasive Speech
Good morning ladies and gentlemen, today I would like to present the Nokia Corporation’s brand new product. The Nokia Corporation is well known to be the most successful company which produces a wide range of mobile phones around the world. Nokia’s products are always happen to have the highest quality materials, various designs, greatest multimedia and networking. Nokia have launched many types of mobile phones, such as Xpress Music, Nseries, and also Eseries.
Nokia Xpress Music series were made for people who are really dedicated to music, often called a music junkie, Nseries were made for people who are a multimedia freak, and Eseries were made for people who has a high mobility without forgetting how to have fun.
Nokia have launched the latest Nokia Eseries’ product a few months ago called E71. If we look at the design at a glance, the first thing that may come up to your mind is “is this a Nokia or a Blackberry?”. Well, don’t be surprised, because eventhough it has the same QWERTY keyboard which makes typing a message a lot more simple, the features in E71 are completely different. It operates with Symbian Operating System which is easy to use, even for people who are not familiar with Nokia phones. Completed with a 3,2 MP camera with video mode, media player, Nokia music store, built-in radio, voice recorder, message reader, etc. More of that, E71 is also completed with built-in GPS Navigation, Infrared, and also Bluetooth connectivity.
In accordance with its tagline “do you open emails?”, there is a feature that called a push email button, which enable users to open their malbox in just one simple touch. And not just open emails, it also has the QuickOffice feature, a full speed USB connector, English and Chinese mobile dictionaries, to do list with hours, notes, and converter. If you are a having a speech, don’t worry because this small phone got a speech menu, that can help you pronounce the speech you would like to present and also has an auto-completion, auto-correction, and auto-punctuation. Nokia PC Internet Access with GPRS, EDGE, HSDPA, and a WLAN as your networks, are making your work easier than ever.
A full QWERTY keyboard doesn’t make this gadget heavy, it only has 127 grams. So ladies, you don’t have to worry because this is a fully compatible phone, with slim and stylish design, dedicated one-touch keys for home, calendar, contacts, and mailbox, and available in 2 different colours which are grey steel and white steel.
If you buy in a package, you will get : a Nokia E71, Nokia Charger, Nokia Battery, Nokia Connectivity Cable, Nokia Headset, Nokia Pouch, User Guide and other documentation, and a 2 GB MicroSD card for the external memory which you can upgrade to 8 GB maximum.
Well, look to the features that I already mentioned, this is sure to be your walking office. So, what are you waiting for? This high technology mobile gadget is looking at you and waiting to be purchased right away. Let’s go to the nearest Authorised Nokia Store in your town and feel the mobility yourself.
Nokia Xpress Music series were made for people who are really dedicated to music, often called a music junkie, Nseries were made for people who are a multimedia freak, and Eseries were made for people who has a high mobility without forgetting how to have fun.
Nokia have launched the latest Nokia Eseries’ product a few months ago called E71. If we look at the design at a glance, the first thing that may come up to your mind is “is this a Nokia or a Blackberry?”. Well, don’t be surprised, because eventhough it has the same QWERTY keyboard which makes typing a message a lot more simple, the features in E71 are completely different. It operates with Symbian Operating System which is easy to use, even for people who are not familiar with Nokia phones. Completed with a 3,2 MP camera with video mode, media player, Nokia music store, built-in radio, voice recorder, message reader, etc. More of that, E71 is also completed with built-in GPS Navigation, Infrared, and also Bluetooth connectivity.
In accordance with its tagline “do you open emails?”, there is a feature that called a push email button, which enable users to open their malbox in just one simple touch. And not just open emails, it also has the QuickOffice feature, a full speed USB connector, English and Chinese mobile dictionaries, to do list with hours, notes, and converter. If you are a having a speech, don’t worry because this small phone got a speech menu, that can help you pronounce the speech you would like to present and also has an auto-completion, auto-correction, and auto-punctuation. Nokia PC Internet Access with GPRS, EDGE, HSDPA, and a WLAN as your networks, are making your work easier than ever.
A full QWERTY keyboard doesn’t make this gadget heavy, it only has 127 grams. So ladies, you don’t have to worry because this is a fully compatible phone, with slim and stylish design, dedicated one-touch keys for home, calendar, contacts, and mailbox, and available in 2 different colours which are grey steel and white steel.
If you buy in a package, you will get : a Nokia E71, Nokia Charger, Nokia Battery, Nokia Connectivity Cable, Nokia Headset, Nokia Pouch, User Guide and other documentation, and a 2 GB MicroSD card for the external memory which you can upgrade to 8 GB maximum.
Well, look to the features that I already mentioned, this is sure to be your walking office. So, what are you waiting for? This high technology mobile gadget is looking at you and waiting to be purchased right away. Let’s go to the nearest Authorised Nokia Store in your town and feel the mobility yourself.
Persuasive Communication
Persuasive communication :
Is a communication tehnique that is directed toward changing another person’s beliefs, attitudes, and ultimately behaviours.
Key Concepts :
Encoding (message) -> channels of communication (media, person who talks)- decoding {receiver analyze the message} -> feedback (could be positive or negative) -> noise
Types of Noise :
- Physical noise (environment)
- Psychological (mood)
- Tehnical (failures of channel used)
- Social (difference between sender or receiver {between beliefs})
Components of persuasion :
1. The communicator
If a communicator is to be an effective persuader, he must possess credibility, therefore he is expected to be knowledgeable and trustworthy
Characteristics of a communicator :
- Communicator seem more trustworthy if they dont appear to be trying to convince their audience
- Communicator appear both both more credible and more trustworthy when they speak with firmness and confidence
- Communicator is also more effective persuader if they are attractive or appealing to the audience as long as their argument relates to matters of personal taste and not expertise.
2. The message
This stresses on the main content of the message
Characteristics of the message :
- Appears to logical message are more effective with educated and analytical people.
- The message relative discregancy
3. The channel of the communication
4. The audience
The classic rules of learning :
1. Effect
The message shows how they can satisfy some need they already in mind
2. Forward association
People tend to remember things in order in which they first learned or hear them, especially if the sequence is logical or if constant reference is made to it
3. Belonging
People understand more speedily and easily what relates to their own experiences
4. Repetition
Constant repetition of a fact a statement or warning does result in people learning
The process of a persuasion :
- To create rapport, generate interest or acceptance. (opening)
- To find out about them (opening)
- To state a case that will be seen as balanced in favour of action. (stating the case)
- Preventing or handling negative reactions that may unbalance the argument (handling objectives)
- Obtaining a commitment to action, or to step in the right direction. (injunction to act)
What not to do :
- Avoid the hard sell
- Resisting to compromise
- Don’t confuse argument with persuasion
- Persuasion is not a one-shot effort
Is a communication tehnique that is directed toward changing another person’s beliefs, attitudes, and ultimately behaviours.
Key Concepts :
Encoding (message) -> channels of communication (media, person who talks)- decoding {receiver analyze the message} -> feedback (could be positive or negative) -> noise
Types of Noise :
- Physical noise (environment)
- Psychological (mood)
- Tehnical (failures of channel used)
- Social (difference between sender or receiver {between beliefs})
Components of persuasion :
1. The communicator
If a communicator is to be an effective persuader, he must possess credibility, therefore he is expected to be knowledgeable and trustworthy
Characteristics of a communicator :
- Communicator seem more trustworthy if they dont appear to be trying to convince their audience
- Communicator appear both both more credible and more trustworthy when they speak with firmness and confidence
- Communicator is also more effective persuader if they are attractive or appealing to the audience as long as their argument relates to matters of personal taste and not expertise.
2. The message
This stresses on the main content of the message
Characteristics of the message :
- Appears to logical message are more effective with educated and analytical people.
- The message relative discregancy
3. The channel of the communication
4. The audience
The classic rules of learning :
1. Effect
The message shows how they can satisfy some need they already in mind
2. Forward association
People tend to remember things in order in which they first learned or hear them, especially if the sequence is logical or if constant reference is made to it
3. Belonging
People understand more speedily and easily what relates to their own experiences
4. Repetition
Constant repetition of a fact a statement or warning does result in people learning
The process of a persuasion :
- To create rapport, generate interest or acceptance. (opening)
- To find out about them (opening)
- To state a case that will be seen as balanced in favour of action. (stating the case)
- Preventing or handling negative reactions that may unbalance the argument (handling objectives)
- Obtaining a commitment to action, or to step in the right direction. (injunction to act)
What not to do :
- Avoid the hard sell
- Resisting to compromise
- Don’t confuse argument with persuasion
- Persuasion is not a one-shot effort
Persamaan Sales dengan Marketing
1. Mengandalkan kemampuan berpikir yang kreatif dan tidak monoton
Kemampuan berpikir seorang sales dan marketer adalah sebuah kelebihan untuk mampu memenuhi kebutuhan dari masyarakat.
2. Berinovasi secara terus menerus
Yang dibutuhkan oleh seorang sales dan marketer bukanlah perencanaan jangja oendek. Melainkan pada saat kompetitor melakukan penelitian, ia harus selalu satu langkah lebih di depan.
3. Kuat, tegar, dan berdaya tahan
Seorang sales dan marketer harusnya mempunyai sifat tidak mudah menyerah, selalu percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal yang baru, berani mencoba tantangan dan petualangan baru.
4. Berpengetahuan luas dan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik.
Seseorang yang berpengetahuan luas akan selalu dianggap oleh masayarakat, apalagi pada saat seorang sales atau marketer yang berusaha untuk menawarkan barang, kemampuan berkomunikasi memegang peranan penting.
5. Selalu siap mengalami perubahan, dan perkembangan teknologi dan zaman.
Caranya adalah dengan selalu mengadakan penelitian yang tidak pernah terpikir oleh siap pun. Kemampuan to think out of the box dari seorang sales dan marketer teruji dalam setiap perkembangan teknologi dan zaman.
Kemampuan berpikir seorang sales dan marketer adalah sebuah kelebihan untuk mampu memenuhi kebutuhan dari masyarakat.
2. Berinovasi secara terus menerus
Yang dibutuhkan oleh seorang sales dan marketer bukanlah perencanaan jangja oendek. Melainkan pada saat kompetitor melakukan penelitian, ia harus selalu satu langkah lebih di depan.
3. Kuat, tegar, dan berdaya tahan
Seorang sales dan marketer harusnya mempunyai sifat tidak mudah menyerah, selalu percaya bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya melainkan awal yang baru, berani mencoba tantangan dan petualangan baru.
4. Berpengetahuan luas dan mempunyai kemampuan berkomunikasi yang baik.
Seseorang yang berpengetahuan luas akan selalu dianggap oleh masayarakat, apalagi pada saat seorang sales atau marketer yang berusaha untuk menawarkan barang, kemampuan berkomunikasi memegang peranan penting.
5. Selalu siap mengalami perubahan, dan perkembangan teknologi dan zaman.
Caranya adalah dengan selalu mengadakan penelitian yang tidak pernah terpikir oleh siap pun. Kemampuan to think out of the box dari seorang sales dan marketer teruji dalam setiap perkembangan teknologi dan zaman.
Penerapan HAM
Pelaksanaan HAM di Indonesia sudah Membaik
Denpasar (Bali Post) -
Pelaksanaan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia dianggap sudah membaik. Meski
demikian, sangat penting untuk mempelajari penerapan HAM di negara-negara maju,
seperti Kanada dan Norwegia, serta di negara Asia Pasifik, seperti Cina.
Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Perlindungan HAM Departemen Hukum dan
HAM RI Dr. Hafid Abbas, Kamis (2/3) kemarin, usai pembukaan ''The 7th
Canada-Cina-Norway Plurilateral Symposium on Human Rights'' di Conrad Hotel,
Tanjung Benoa.
Diakuinya dalam simposium yang berlangsung selama 3 hari (1 - 3 Maret) ini,
Indonesia memang hanya menjadi tuan rumah. Namun, dengan mendengarkan
pengalaman negara-negara yang hadir dalam acara ini, Indonesia bisa memperoleh
banyak masukan untuk menerapkan HAM. Hafid mengatakan simposium yang sudah
ketujuh kalinya diadakan ini selain melibatkan tiga negara, yaitu Norwegia,
Kanada, dan Cina, juga dihadiri perwakilan dari negara-negara Eropa dan Asia.
Beberapa wakil yang hadir antara lain dari Timor Leste dan New Zealand.
Dikatakan Hafid, selama ini pelaksanaan HAM di Kanada sudah cukup terkenal di
dunia internasional, khususnya yang berhubungan dengan perempuan. Mengingat
pelaksanaan HAM di Indonesia relatif masih baru, mempelajari pengalaman di
negara maju, seperti Kanada, merupakan hal yang penting.
Hafid mengutarakan saat ini Indonesia sedang memasuki tahapan kedua dari
rancangan aksi nasional HAM yang berlaku selama lima tahun. Meski sudah
memiliki RAN HAM tahap kedua, keterbukaan untuk menerima masukan dari negara
lain tidak ada salahnya. ''Indonesia mesti lebih terbuka menerima masukan dari
negara-negara lain yang sudah lebih berpengalaman untuk memperkaya pengetahuan
dalam penerapan HAM,'' jelas Hafid. (kmb18)
Denpasar (Bali Post) -
Pelaksanaan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia dianggap sudah membaik. Meski
demikian, sangat penting untuk mempelajari penerapan HAM di negara-negara maju,
seperti Kanada dan Norwegia, serta di negara Asia Pasifik, seperti Cina.
Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Perlindungan HAM Departemen Hukum dan
HAM RI Dr. Hafid Abbas, Kamis (2/3) kemarin, usai pembukaan ''The 7th
Canada-Cina-Norway Plurilateral Symposium on Human Rights'' di Conrad Hotel,
Tanjung Benoa.
Diakuinya dalam simposium yang berlangsung selama 3 hari (1 - 3 Maret) ini,
Indonesia memang hanya menjadi tuan rumah. Namun, dengan mendengarkan
pengalaman negara-negara yang hadir dalam acara ini, Indonesia bisa memperoleh
banyak masukan untuk menerapkan HAM. Hafid mengatakan simposium yang sudah
ketujuh kalinya diadakan ini selain melibatkan tiga negara, yaitu Norwegia,
Kanada, dan Cina, juga dihadiri perwakilan dari negara-negara Eropa dan Asia.
Beberapa wakil yang hadir antara lain dari Timor Leste dan New Zealand.
Dikatakan Hafid, selama ini pelaksanaan HAM di Kanada sudah cukup terkenal di
dunia internasional, khususnya yang berhubungan dengan perempuan. Mengingat
pelaksanaan HAM di Indonesia relatif masih baru, mempelajari pengalaman di
negara maju, seperti Kanada, merupakan hal yang penting.
Hafid mengutarakan saat ini Indonesia sedang memasuki tahapan kedua dari
rancangan aksi nasional HAM yang berlaku selama lima tahun. Meski sudah
memiliki RAN HAM tahap kedua, keterbukaan untuk menerima masukan dari negara
lain tidak ada salahnya. ''Indonesia mesti lebih terbuka menerima masukan dari
negara-negara lain yang sudah lebih berpengalaman untuk memperkaya pengetahuan
dalam penerapan HAM,'' jelas Hafid. (kmb18)
Tuesday, 29 September 2009
Pendekatan Pengembangan Budaya Nasional Indonesia Dalam Era Globalisasi
Seperti telah disinggung diatas, budaya akan memberikan jati diri pada pendukungnya. Dengan kata lain, budaya akan membedakan pendukungnya dari pendukung budaya lain. Budaya juga merupakan pegangan bagi pendukungnya dalam menjalankan hidupnya, memberikan rasa aman, kebahagiaan, serta kesejahteraan lahir batin. Namun, budaya selalu berubah karena, antara lain, perjumpaannya dengan budaya-budaya lain. Walaupun budaya berbeda-beda, ada unsur-unsur dasarnya yang bersifat semesta. Selain itu, walaupun manusia merupakan produk budayanya (nurture), manusia di dalam budaya manapun dia berada, memiliki aspek biologis (nature) yang sama, yang juga menjadi sebagian dari dasar hak-hak asasi manusia yang universal.
Selain kedua hakikat tersebut diatas, terlihat pula bahwa manusia mempunyai berbagai kemampuan (competence), yang inheren dalam dirinya, kemampuan menciptakan dan memakai simbol-simbol (contoh : kemampuan manusia untuk menciptakan dan menguasai bahasa). Budaya biasanya dikaitkan dengan konsep bangsa. Jika suatu bangsa kebetulan bertumpang tindih secara sempurna (sama dan sebangun untuk meminjam istilah planimetri) dengan suatu suku atau etnis (keadaan seperti ini lebih merupakan kekecualian daripada kebiasaan dewasa ini), maka hubungan budaya dan bangsa tidaklah terlalu rumit. Mengembangkan budaya bukanlah pekerjaan yang mudah bagi bangsa Indonesia yang sangat pluralistis itu. telah disepakati bahwa masyarakat Indonesia mempunyai paham kebangsaan dan bangsa Indonesia itu berciri kebhinnekaan dan ketunggalan. Kebhinnekaannya itu diwakili oleh budaya-budaya etnis (yang tradisional) dan ketunggalannya diwakili oleh apa yang disebut budaya nasional yang supraetnis, yaitu budaya yang unsur-unsurnya banyak terdiri atas unsur-unsur baru (non tradisional dan modern, biasanya berupa unsur-unsur pinjaman dari budaya-budaya lain) dan hasi inovasi dan ciptaan mukhtahir bangsa Indonesia sendiri.
Budaya nasional yang supraetnis, berdasarkan hakikat unsur-unsur pembetuknya dan proses pembetukkannya, harus mempunyai daya cakup yang luas sehingga meliputi seluruh rakyat dan wilayah Indonesia. Dia bersifat inklusif, tidak eksklusif, tidak primordial atau sektarian, sedang budaya etnis, seperti kita ketahui menurut hakikatnya, lebih eksklusif daripada inklusif. Budaya yang demikian diharapkan dapat memberikan rasa kesatuan dan persatuan bagi setiap warga negara Indonesia. Untuk memberikan sekadar contoh, unsur-unsur budaya yang dapat berperan demikian adalah bahasa dan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia (yang tadinya adalah bahasa Melayu) sama sekali bukanlah pemberian atau hadiah dari kelompok mana pun. Adalah kesepakatan para pejuang yang mengankat bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan untuk bangsa Indonesia melalui Sumpah Pemuda 1928. Lagu-lagu modern Indonesia seperti lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu lain karangan komponis Indonesia juga merupakan unsur-unsur budaya Indonesia yang daya cakupnya luas.
Selain kedua hakikat tersebut diatas, terlihat pula bahwa manusia mempunyai berbagai kemampuan (competence), yang inheren dalam dirinya, kemampuan menciptakan dan memakai simbol-simbol (contoh : kemampuan manusia untuk menciptakan dan menguasai bahasa). Budaya biasanya dikaitkan dengan konsep bangsa. Jika suatu bangsa kebetulan bertumpang tindih secara sempurna (sama dan sebangun untuk meminjam istilah planimetri) dengan suatu suku atau etnis (keadaan seperti ini lebih merupakan kekecualian daripada kebiasaan dewasa ini), maka hubungan budaya dan bangsa tidaklah terlalu rumit. Mengembangkan budaya bukanlah pekerjaan yang mudah bagi bangsa Indonesia yang sangat pluralistis itu. telah disepakati bahwa masyarakat Indonesia mempunyai paham kebangsaan dan bangsa Indonesia itu berciri kebhinnekaan dan ketunggalan. Kebhinnekaannya itu diwakili oleh budaya-budaya etnis (yang tradisional) dan ketunggalannya diwakili oleh apa yang disebut budaya nasional yang supraetnis, yaitu budaya yang unsur-unsurnya banyak terdiri atas unsur-unsur baru (non tradisional dan modern, biasanya berupa unsur-unsur pinjaman dari budaya-budaya lain) dan hasi inovasi dan ciptaan mukhtahir bangsa Indonesia sendiri.
Budaya nasional yang supraetnis, berdasarkan hakikat unsur-unsur pembetuknya dan proses pembetukkannya, harus mempunyai daya cakup yang luas sehingga meliputi seluruh rakyat dan wilayah Indonesia. Dia bersifat inklusif, tidak eksklusif, tidak primordial atau sektarian, sedang budaya etnis, seperti kita ketahui menurut hakikatnya, lebih eksklusif daripada inklusif. Budaya yang demikian diharapkan dapat memberikan rasa kesatuan dan persatuan bagi setiap warga negara Indonesia. Untuk memberikan sekadar contoh, unsur-unsur budaya yang dapat berperan demikian adalah bahasa dan sastra Indonesia. Bahasa Indonesia (yang tadinya adalah bahasa Melayu) sama sekali bukanlah pemberian atau hadiah dari kelompok mana pun. Adalah kesepakatan para pejuang yang mengankat bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan untuk bangsa Indonesia melalui Sumpah Pemuda 1928. Lagu-lagu modern Indonesia seperti lagu-lagu perjuangan dan lagu-lagu lain karangan komponis Indonesia juga merupakan unsur-unsur budaya Indonesia yang daya cakupnya luas.
Subscribe to:
Posts (Atom)
